To My Best Friend

16/06/2010 at 09:17 (Hati pun berkata) (, )

Sahabat masih ingatkah kau dulu

Kerikil dan panjangnya jalanan telah kita lalui bersama

Terik dan badai telah kita terjang

Airmata dan peluh tlah tercurah deras

Sederas hujan yang membasahi bumi

Sahabat ingatkah kau tentang pertikaian kita dulu?

Sepatah kata yang terucap tanpa sengaja

Tlah buat kita berjauhan

Ego, emosi ternyata kita saling punya

Tapi bukan itu maksudnya kawan

Bukankah perbedaan itu wajar?

Sahabatku

Persahabatan adalah segalanya bagiku

Persaudaraan adalah hal yang selalu kita damba

Semua karena aku sayang kamu

Setelah sekian lama kita tak berjumpa

Kudengar kau tergolek dalam keterpurukan

Kau terhempas dalam keriuhan dunia

Sabar, tetap tegarlah sahabatku

Setegar batu karang yang dihempas lautan

Hanya untaian doa serta

Harapan tulus, cepatlah kau bangun

Cepatlah kau lari

Dan teriakkan kata semangat

Dan kita hantam sama sama congkakknya dunia

Tanamkan semangat yang dulu pernah kita punya sahabat!

Sahabat … kau masih sahabatku

Genggamlah tanganku dengan rasa yang sama

Rasa yang pernah kita miliki

Disaat kita sama – sama susah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.