PEJUANG WANITA
Duhai engkau sang pejuang
Laksana mawar di tengah ilalang
Amarah dan kesedihan yang mendalam
Telah mengobarkan semangatmu
Kegesitanmu laksana pejuang sejati
Sepak terjangmu menyisakan kekaguman
Berbanggalah ibu yang melahirkanmu
Menjadi seorang wanita mujahid
To My Best Friend
Sahabat masih ingatkah kau dulu
Kerikil dan panjangnya jalanan telah kita lalui bersama
Terik dan badai telah kita terjang
Airmata dan peluh tlah tercurah deras
Sederas hujan yang membasahi bumi
Sahabat ingatkah kau tentang pertikaian kita dulu?
Sepatah kata yang terucap tanpa sengaja
Tlah buat kita berjauhan
Ego, emosi ternyata kita saling punya
Tapi bukan itu maksudnya kawan
Bukankah perbedaan itu wajar?
Sahabatku
Persahabatan adalah segalanya bagiku
Persaudaraan adalah hal yang selalu kita damba
Semua karena aku sayang kamu
Setelah sekian lama kita tak berjumpa
Kudengar kau tergolek dalam keterpurukan
Kau terhempas dalam keriuhan dunia
Sabar, tetap tegarlah sahabatku
Setegar batu karang yang dihempas lautan
Hanya untaian doa serta
Harapan tulus, cepatlah kau bangun
Cepatlah kau lari
Dan teriakkan kata semangat
Dan kita hantam sama sama congkakknya dunia
Tanamkan semangat yang dulu pernah kita punya sahabat!
Sahabat … kau masih sahabatku
Genggamlah tanganku dengan rasa yang sama
Rasa yang pernah kita miliki
Disaat kita sama – sama susah